News

Iran Tegaskan Lebanon Jadi Bagian Penting dalam Syarat Gencatan Senjata

Istanbul (KABARIN) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa penghentian serangan Israel di wilayah Lebanon menjadi salah satu syarat utama yang diajukan Teheran dalam pembicaraan gencatan senjata dengan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat melakukan komunikasi telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu, menurut laporan media Iran.

Dalam percakapan tersebut, ia menjelaskan bahwa penghentian serangan Israel di Lebanon termasuk dalam daftar 10 poin syarat yang diajukan Iran dalam kesepakatan dengan Washington.

Pezeshkian juga menyoroti peran Prancis yang dianggap penting karena sebelumnya menjadi salah satu pihak penjamin dalam kesepakatan gencatan senjata di Lebanon.

Ia menegaskan bahwa Iran sudah menunjukkan sikap kooperatif dengan menerima usulan gencatan senjata dan tetap berupaya mendorong stabilitas serta perdamaian di kawasan yang sedang memanas.

Percakapan antara kedua pemimpin itu terjadi sehari setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang disebut sebagai langkah awal menuju perjanjian damai yang lebih permanen setelah konflik yang melibatkan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada akhir Februari.

Namun di lapangan, situasi masih jauh dari tenang. Meski ada kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu, serangan udara Israel dilaporkan tetap berlangsung di berbagai wilayah Lebanon dan menyebabkan ratusan korban jiwa serta ribuan luka luka menurut laporan Pertahanan Sipil Lebanon.

Di sisi lain, terdapat perbedaan pandangan mengenai isi kesepakatan tersebut. Sejumlah pejabat Iran dan Pakistan menyebut Lebanon termasuk dalam cakupan perjanjian, sementara Israel menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata itu.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: